Liga Bola - Inter mesti melupakan kejayaan di masa silam dan membangun ulang segalanya dari dasar.
Demi meretas kembali jalan menuju kebangkitan, Samir Handanovic mengimbau rekan-rekannya di FC Internazionale mesti melupakan momen keemasan di masa silam dan membangun semuanya dari awal lagi.
Si Biru-Hitam mencaplok lima titel scudetto berturut-turut dari 2005/06 sampai 2009/10. Pada musim yang disebut terakhir, di bawah asuhan Jose Mourinho, mereka juga melengkapinya dengan trofi Coppa Italia plus Liga Champions sekaligus menjadi klub Italia pertama yang mengemas treble.
Namun prestasi klub menukik setelah itu. Yang terburuk adalah musim kemarin. Inter tak hanya nihil gelar tapi juga gagal menembus kompetisi Eropa setelah finis di peringkat kesembilan klasemen Serie A.
Menyongsong musim baru, Inter mencopot Andrea Stramaccioni dan mempekerjakan Walter Mazzarri, pelatih keenam mereka dalam tiga tahun terakhir.
"Kami harus memikirkan diri kami sebagai tim yang bukan lagi superpower seperti di masa lalu. Kami tak boleh bercanda pada diri sendiri, situasinya memang begitu," ucap Handanovic kepada La Gazzetta dello Sport.
"Inter Milan tak lagi mempunyai 11, atau bahkan lebih, pemain-pemain top seperti di era Roberto Mancini atau Jose Mourinho."
"Saya tak suka membicarakan tentang masa lalu, atau menghapusnya seakan itu salah. Anggap saja bahwa kami tengah mengupayakan hal-hal yang secara teori semestinya sudah kami ketahui: kami memulai lagi dari ABC-nya sepakbola, kembali ke dasar dan organisasi defensif. Itulah yang kami butuhkan."
Demi meretas kembali jalan menuju kebangkitan, Samir Handanovic mengimbau rekan-rekannya di FC Internazionale mesti melupakan momen keemasan di masa silam dan membangun semuanya dari awal lagi.
Si Biru-Hitam mencaplok lima titel scudetto berturut-turut dari 2005/06 sampai 2009/10. Pada musim yang disebut terakhir, di bawah asuhan Jose Mourinho, mereka juga melengkapinya dengan trofi Coppa Italia plus Liga Champions sekaligus menjadi klub Italia pertama yang mengemas treble.
Namun prestasi klub menukik setelah itu. Yang terburuk adalah musim kemarin. Inter tak hanya nihil gelar tapi juga gagal menembus kompetisi Eropa setelah finis di peringkat kesembilan klasemen Serie A.
Menyongsong musim baru, Inter mencopot Andrea Stramaccioni dan mempekerjakan Walter Mazzarri, pelatih keenam mereka dalam tiga tahun terakhir.
"Kami harus memikirkan diri kami sebagai tim yang bukan lagi superpower seperti di masa lalu. Kami tak boleh bercanda pada diri sendiri, situasinya memang begitu," ucap Handanovic kepada La Gazzetta dello Sport.
"Inter Milan tak lagi mempunyai 11, atau bahkan lebih, pemain-pemain top seperti di era Roberto Mancini atau Jose Mourinho."
"Saya tak suka membicarakan tentang masa lalu, atau menghapusnya seakan itu salah. Anggap saja bahwa kami tengah mengupayakan hal-hal yang secara teori semestinya sudah kami ketahui: kami memulai lagi dari ABC-nya sepakbola, kembali ke dasar dan organisasi defensif. Itulah yang kami butuhkan."

